Serambi Nusantara — Deretan hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang Mei 2025 menuai keluhan dari kalangan dunia usaha. Para pelaku usaha menilai terlalu banyak hari tak produktif, yang berimbas langsung pada menurunnya produktivitas dan membengkaknya biaya operasional.
“Hari nggak produktif itu merugikan. Dalam satu bulan kalau terlalu banyak libur, otomatis aktivitas usaha terganggu,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo DKI Jakarta, Nurjaman, dikutip dari CNBC Indonesia, pada Jumat (9/5/2025).
Sepanjang Mei ini, tercatat ada lima hari libur tambahan. Dimulai dari Hari Buruh Internasional (1 Mei), Hari Raya Waisak (12 Mei), cuti bersama Waisak (13 Mei), Hari Kenaikan Yesus Kristus (29 Mei), dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus (30 Mei).
Produktivitas Turun, Biaya Tetap
Menurut Nurjaman, pengusaha tetap wajib membayar gaji karyawan secara penuh, meski jumlah hari kerja efektif berkurang drastis. Padahal, produktivitas turun nyaris setengah dari bulan-bulan biasanya.
“Normalnya ada 25 hari kerja efektif. Tapi bulan ini cuma sekitar 15 hari. Kalau produksi kain 10 ribu lembar per hari, dalam 10 hari bisa hilang 100 ribu lembar. Sementara ongkos kerja tetap jalan, gaji tetap dibayar full,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa dunia usaha tak punya pilihan selain menerima kenyataan tersebut. “Pahit manis, ya ditelan aja,” katanya dengan nada getir.
Dampak ke Target Ekonomi
Tak hanya sektor usaha, dampak hari libur yang padat juga dikhawatirkan menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memasang target pertumbuhan hingga 8%, target ambisius yang memerlukan sinergi seluruh sektor.
“Pertumbuhan ekonomi itu nggak bisa jalan sendiri. Harus bareng-bareng antara pemerintah, pengusaha, dan semua pemangku kepentingan. Tapi kalau hari kerja (workday) berkurang, ya makin berat mengejar target itu,” ujar Nurjaman.
Kalangan pengusaha berharap ke depan pemerintah bisa lebih selektif dalam menetapkan cuti bersama, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor produktif.
(GP)

