Serambi Nusantara – Membesarkan anak agar tumbuh pintar, cerdas dan kritis bukanlah proses yang instan. Diperlukan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat sejak usia dini.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lisa Feldman Barrett, ahli saraf dan psikologi dari Harvard University, membagikan lima tips praktis yang bisa diterapkan orang tua untuk mendukung perkembangan otak anak.
Berikut rangkuman lengkapnya, seperti dikutip Selasa (6/5/2025).
1. Jangan Paksa Minat Anak
Orang tua sebaiknya tidak memaksakan anak untuk menekuni hal yang tidak mereka sukai. Menurut Barrett, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba berbagai hal guna menemukan minat sejatinya.
“Orang tua harus bersikap seperti tukang kebun memahami jenis tanaman yang ditanam dan menciptakan lingkungan yang cocok agar bisa tumbuh optimal,” ujar Barrett.
Dengan kata lain, kenali minat anak dan fasilitasi agar bakat tersebut bisa berkembang secara alami.
2. Perkaya Kosakata Sejak Dini
Studi berjudul *Linking Language and Cognition in Infancy* menyebutkan bahwa bayi belum memahami banyak kata, tetapi paparan kosakata yang luas dapat membantu membentuk fondasi otak mereka.
Barrett menyarankan agar orang tua mengenalkan berbagai kata, termasuk kosakata emosional seperti “sedih”, “bahagia”, dan “frustrasi”, agar anak bisa mengenali dan memahami emosinya sendiri.
3. Jelaskan, Jangan Hanya Melarang
Anak-anak perlu memahami alasan di balik sebuah tindakan. Alih-alih hanya melabeli tindakan sebagai “baik” atau “buruk”, orang tua sebaiknya menjelaskan konteksnya.
Contohnya, saat anak menyaksikan seseorang berbohong, jangan hanya berkata “itu bohong”, tapi bantu anak memahami mengapa seseorang mungkin berbohong dan ajak berdiskusi soal nilai kejujuran.
Langkah ini bisa melatih anak berpikir kritis sejak dini.
4. Ajak Anak Meniru Aktivitas Positif
Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka belajar dari menonton dan meniru orang dewasa. Maka, penting bagi orang tua menunjukkan perilaku positif yang bisa dicontoh.
“Berikan mereka sapu kecil atau sekop taman agar bisa ikut membersihkan rumah bersama. Anak akan belajar pentingnya menjaga kebersihan,” kata Barrett.
5. Kenalkan Anak dengan Dunia Sekitar
Interaksi sosial sejak dini juga berperan penting. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering berinteraksi dengan penutur bahasa lebih mudah mempelajari bahasa lain di kemudian hari.
Selain itu, bayi yang terbiasa melihat banyak wajah cenderung lebih mampu mengenali dan mengingat berbagai ekspresi dan orang di sekitarnya.
Menjadikan seseorang anak tumbuh pintar dan cerdas bukan hanya soal pendidikan formal, tapi juga tentang cara orang tua berinteraksi, berbicara, dan memberi ruang eksplorasi. Kunci utamanya adalah hadir, mendengar, dan memahami kebutuhan anak di setiap tahap tumbuh kembangnya.
(GP)

