Asuransi Masuk Program Makan Bergizi Gratis, OJK: Lindungi dari Risiko Keracunan dan Kecelakaan

Serambi Nusantara – Industri asuransi bersiap ambil peran dalam mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, saat ini sedang dikaji skema perlindungan risiko melalui asuransi untuk para penerima manfaat MBG.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut dua asosiasi utama industri asuransi yakni Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tengah menyusun proposal awal yang mencakup potensi risiko dan skema pertanggungan.

“Beberapa risiko sudah diidentifikasi, mulai dari risiko keracunan makanan (food poisoning), kecelakaan, hingga risiko layanan gizi,” ujar Ogi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Jumat (9/5/2025).

Ia menegaskan, rancangan ini tak hanya bertujuan untuk melindungi peserta program MBG, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi asuransi di Indonesia. Apalagi, program MBG mencakup kelompok rentan seperti murid sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

“Kami pastikan premi yang ditetapkan tidak akan membebani. Fokusnya adalah perlindungan maksimal dengan biaya yang efisien,” lanjut Ogi.

Evaluasi MBG dan Catatan Keracunan

Program MBG sendiri kini berada dalam tahap evaluasi menyusul sejumlah laporan insiden, termasuk kasus keracunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Koordinasi MBG, Zulkifli Hasan, mengungkap adanya catatan kecil dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Meski jumlah kasusnya hanya 0,005 persen, tetap perlu diantisipasi. Tujuan program ini sangat mulia, jadi tata kelolanya harus kita jaga ketat agar tak ada insiden lagi,” ujar Zulhas usai memimpin rapat koordinasi tata kelola MBG di Jakarta.

Evaluasi ini juga mencakup pengawasan distribusi, pemilihan penyedia makanan, hingga mekanisme pelaporan insiden di lapangan.

Dengan masuknya peran industri asuransi, harapannya program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan lebih aman, profesional, dan berkelanjutan.

(GP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *