Serambi Nusantara – Layanan pembayaran digital terbaru berbasis QRIS, yaitu QRIS Tap, mencatat pertumbuhan pesat sejak diluncurkan 14 Maret 2025. Hanya dalam waktu satu bulan, jumlah penggunanya telah menembus 20,8 juta orang, dengan total merchant yang sudah menerima pembayaran menggunakan fitur ini mencapai 1,44 juta.
“Volume transaksinya sudah mencapai 42,9 juta kali dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,24 miliar hanya dalam satu bulan,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur BI, seperti yang di kutip dari CNBC pada Kamis (24/4/2025).
Apa Itu QRIS Tap ?
QRIS Tap adalah inovasi terbaru dalam sistem pembayaran QRIS. Berbeda dengan metode sebelumnya yang mengharuskan pemindaian kode QR, QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication), sehingga pengguna cukup menempelkan perangkat mereka untuk bertransaksi.
Layanan ini merupakan bagian dari inisiatif Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang telah dijalankan sejak tahun 2019. QRIS Tap dirancang untuk memberikan kemudahan dan kecepatan transaksi, sekaligus memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia.
Menyasar Transportasi Publik
Bank Indonesia juga terus berkomitmen untuk memperluas dan memperkuat ekspansi penggunaan sistem pembayaran digital non tunai ini ke berbagai moda transportasi umum seperti, Damri, MRT, LRT, hingga KRL, guna memperluas adopsi teknologi di sektor publik.
“Kami komitmen memperluas layanan ini, khususnya untuk transportasi umum agar masyarakat makin terbiasa dengan transaksi nirsentuh,” jelas Filianingsih.
Ekspansi ke Mancanegara
Selain memperkuat layanan di dalam negeri, Bank Indonesia juga menyiapkan langkah ekspansi kerja sama lintas negara. Setelah berhasil diterapkan di Malaysia, Singapura, dan Thailand, BI menargetkan kolaborasi selanjutnya dengan Jepang, India, Korea Selatan, Tiongkok, hingga Arab Saudi.
Capaian QRIS Kuartal I 2025
- Jumlah pengguna : 56,3 juta
- Volume transaksi : 26 miliar kali
- Nominal transaksi : Rp 262,1 triliun
- Jumlah merchant : 38,1 juta, sebagian besar merupakan pelaku UMKM
Sistem pembayaran digital atau non tunai ini, sekarang menjadi salah satu tulang punggung sistem pembayaran nasional yang mendukung ekonomi digital dan mendorong efisiensi transaksi di berbagai sektor.
(GP)

