Serambi Nusantara – Kasus mangkraknya pembangunan apartemen Meikarta kembali memanas! Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tak tinggal diam. Pria yang biasa di sapa Ara ini akan memanggil langsung dua tokoh penting dari Lippo Group: James Riady dan putranya, John Riady, untuk bertanggung jawab atas proyek yang terbengkalai tersebut.
Pertemuan penting ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 April 2025, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta. Yang bikin makin menarik, Ara juga mengundang langsung para korban Meikarta untuk hadir dan menyuarakan nasib mereka secara langsung di hadapan bos besar Lippo.
“Saya Rabu (23/4) undang James Riyadi sama anaknya John Riyadi untuk beresin Meikarta di sini,” tegas Ara di Jakarta, seperti di lansir dari Antara pada Rabu (16/4/2025).
Tak hanya itu, Ara juga mengundang sebuah media untuk wajib hadir. Ia menyinggung bahwa media tersebut pernah menerima iklan besar-besaran dari Meikarta.
“Katanya independen dan terpercaya, makanya saya mau tes. Meikarta pasang iklan di tempat kamu, kamu kawal enggak?” tantang Ara.
Jalan Panjang Konsumen Meikarta
Kementerian PKP sudah beberapa kali mencoba memediasi pihak Lippo dengan para konsumen yang merasa dirugikan. Mereka menuntut Lippo mengembalikan uang pembelian unit, entah dalam bentuk refund atau serah terima unit apartemen yang dijanjikan.
Pada 10 April lalu, Kementerian PKP bahkan memfasilitasi proses pendataan dan validasi konsumen Meikarta. Ada sekitar 30 orang korban dengan total kerugian mencapai Rp4,5 miliar yang telah terdata sejauh ini.
Janji Surga yang Berujung Bencana
Meikarta sempat jadi primadona sejak promosinya gencar diluncurkan pada 2016. Iklan berseliweran di mana-mana—media massa, billboard, hingga media sosial. Sayangnya, janji hunian modern ala kota mandiri itu berubah jadi mimpi buruk.
Proyek ini tersandung banyak masalah hukum :
Masalah perizinan
Meikarta hanya dapat izin 84,6 hektare, tapi diklaim memiliki 350 hektare.
Pernah di gugat pailit
Pada 2018, pengembangnya, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), digugat pailit oleh dua perusahaan.
Tersandung kasus suap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah melakukan OTT yang menyeret pejabat Bekasi dan petinggi Lippo Group, termasuk Billy Sindoro, dalam kasus suap perizinan proyek.
KPK mengungkap bahwa ada uang suap senilai Rp7 miliar, bagian dari commitment fee total Rp13 miliar, yang mengalir ke sejumlah pejabat demi kelancaran proyek.
Rabu, 23 April jadi hari penting. Akankah James dan John Riady hadir? Akankah para korban mendapat kejelasan atas uang dan harapan mereka yang hilang?
Satu yang pasti, publik akan menyaksikan apakah pertanggungjawaban akhirnya datang, atau drama Meikarta berlanjut tanpa akhir.
(GP)

