Serambi Nusantara – Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi pascapandemi, satu nama mencuri perhatian di industri tekstil nasional, Duniatex Group. Perusahaan tekstil asal Indonesia ini tak hanya berhasil keluar dari masa sulit, tapi kini justru memperluas usahanya dengan merekrut lebih dari 5.000 karyawan baru.
Langkah ekspansif ini menandai kebangkitan perusahaan tekstil ini setelah dihantam keras oleh pandemi Covid-19, yang memaksa mereka merampingkan operasional dan memangkas jumlah tenaga kerja. Kini, jumlah karyawan Duniatex Group telah menyentuh angka sekitar 18 ribu orang naik signifikan dari masa pandemi yang sempat turun ke kisaran 13 ribu karyawan.
“Penambahan karyawan baru ini adalah bagian dari komitmen Duniatex untuk mendukung kebangkitan kembali industri tekstil nasional, sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja,” ujar Direktur Duniatex Group, Yohanes Hendrawan, dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).
Tak hanya fokus pada jumlah tenaga kerja, perusahaan tekstil di Jawa Tengah ini juga terus berinovasi dalam lini produksinya. Perusahaan ini kini menjadi pabrik pemintalan terbesar di Indonesia dengan kapasitas spindel lebih dari 2 juta. Tiga teknik pemintalan andalan, ring spun, vortex, dan open end digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis benang seperti Cotton Combed, Polyester, Modal, hingga Recycled Yarn.
Seluruh hasil produksi pabrik tekstil yang berlokasi di jalan raya Palur km 7,1 Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah tersebut, baik untuk kebutuhan industri domestik maupun ekspor. Dalam prosesnya, selalu menggunakan standar internasional tetap dijadikan acuan utama, memastikan setiap produk memenuhi kualitas tinggi yang dibutuhkan pasar dunia.
“Standar produksi kami adalah pasar global, dan itu menjadi acuan setiap produk Duniatex selama bertahun-tahun,” tegas Yohanes. “Harapan kami, industri tekstil nasional dapat terus bertumbuh, sehingga pelaku usaha seperti Duniatex bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.”
Duniatex menjadi contoh nyata bagaimana adaptasi, inovasi, dan komitmen bisa menjadi kunci untuk bertahan dan bangkit dari krisis. Di saat banyak perusahaan masih berjuang untuk pulih, Duniatex justru menunjukkan bahwa industri tekstil Indonesia masih punya daya saing dan potensi besar untuk berkembang.
(GP)

