Serambi Nusantara – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung pengembangan esports sebagai bagian dari sektor strategis ekonomi kreatif. Dengan jumlah penduduk mencapai 40 juta jiwa, potensi talenta muda di Jatim dinilai sangat besar untuk digarap secara serius.
“Dengan pembinaan yang tepat, esports bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif, digital, hingga pariwisata,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Esports Indonesia (ESI) Jawa Timur di Surabaya, Senin (10/3/2025).
Emil juga menekankan bahwa esports bukan sekadar bermain gim, melainkan wadah pengembangan karakter dan kemampuan teknis. “Gim itu terstruktur. Esports melatih mental stabil, keputusan cepat, hingga koordinasi otak dan tangan kemampuan yang bahkan relevan untuk militer modern, seperti mengoperasikan drone,” jelasnya.
Ia juga menyambut integrasi esports dengan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari yang sedang berkembang sebagai pusat animasi dan pengembangan gim. “Kita punya peluang besar jadi pusat pengembangan gim nasional, khususnya untuk genre hyper-casual yang sederhana tapi pasarnya luar biasa,” katanya.
Menurut Emil, pembinaan esports yang terstruktur penting dilakukan. “Makanya ESI hadir di bawah naungan KONI. Kalau memang serius ingin bangun ekosistem esports, ya harus dikelola serius, bukan cuma iseng atau sekadar hobi,” tegasnya.
Kepemimpinan Berlanjut, Target Prestasi Meningkat
Dalam Musorprov tersebut, Brigjen TNI Murbianto Adi kembali dipercaya memimpin ESI Jawa Timur untuk periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dan langsung menyatakan komitmennya membangun ekosistem esports yang lebih profesional dan kompetitif.
“Potensi esports di Jatim sangat besar. Dengan pembinaan yang terarah, kita bisa mencetak atlet berkelas nasional dan internasional,” ucap Murbianto.
ESI Jatim juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Dispora, Dinas Kominfo, hingga pelaku industri kreatif. Fokus pengembangan akan diarahkan pada KEK Singhasari yang kini jadi pusat inovasi di bidang animasi, coding, dan gim.
“Ke depan, kita bidik prestasi lebih tinggi di PON 2028 dan turnamen esports dunia. Jawa Timur siap jadi kekuatan utama esports Indonesia, bahkan dunia,” tutupnya penuh optimisme.
(GP)

