Tumbangkan India 4-1, Fikri/Daniel Jadi Penentu Kemenangan Indonesia di Piala Sudirman 2025

Serambi Nusantara – Tim bulu tangkis Indonesia kembali menunjukkan tajinya di kancah dunia. Dalam pertandingan kedua fase Grup B Sudirman Cup 2025 yang berlangsung Selasa (29/4) malam WIB di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Tiongkok, skuad Merah Putih sukses menumbangkan India dengan skor meyakinkan 4-1.

Kemenangan ini mengukuhkan posisi Indonesia di puncak klasemen sementara grup, sekaligus memperbesar peluang untuk melaju sebagai juara grup ke babak perempat final ajang Sudirman Cup 2025. Dan di balik kemenangan ini, pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin tampil sebagai penentu.

Berstatus sebagai partai kelima, Fikri/Daniel tampil lugas dan percaya diri saat menghadapi pasangan muda India, Hariharan Amsakarunan/Ruban K. Rethinasabapathi. Meski ini adalah pertemuan pertama mereka, Fikri/Daniel tidak memberi banyak ruang bagi lawan untuk berkembang dan menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13.

“Kami baru pertama kali bertemu mereka dan cukup terkejut karena mereka tampil percaya diri, kuat, dan tidak gampang mati. Tapi kami tetap tenang dan bisa mengatasi tekanan,” ujar Fikri usai laga, seperti dilansir oleh laman resmi PBSI.

Daniel menambahkan bahwa momentum di awal gim sempat mereka kuasai, tetapi lawan beberapa kali berhasil mengejar, yang menurutnya menjadi catatan penting ke depan.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami agar bisa menjaga ritme dan fokus, apalagi di turnamen beregu seperti ini atmosfernya sangat berbeda. Tapi secara keseluruhan, kami puas bisa menyumbangkan poin kemenangan untuk tim,” ujarnya.

Indonesia Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

Laga melawan India sempat berlangsung menegangkan. Indonesia yang pada pertandingan pembuka menghajar Inggris 5-0, justru harus tertinggal lebih dulu 0-1 setelah ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dipaksa menyerah lewat rubber game oleh pasangan tangguh India Dhruv Kapila/Tanisha Crasto.

Namun, momentum kebangkitan dimulai dari tangan dingin Putri Kusuma Wardhani. Menghadapi mantan juara dunia Pusarla Venkata Sindhu, Putri tampil luar biasa dan menang dua gim langsung, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kemenangan Putri ini menjadi titik balik semangat tim Indonesia.

Lalu giliran Jonatan Christie yang menyumbang poin kedua dengan menaklukkan tunggal putra India Prannoy H.S. Dalam duel yang mempertemukan dua pemain papan atas, Jonatan tampil disiplin dan mampu mengendalikan permainan.

Sektor ganda putri juga tak kalah impresif. Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil kompak dan solid untuk mengatasi ganda India Priya Konjengbam/Shruti Mishra dengan dua gim langsung. Skor pun berubah menjadi 3-1, sebelum akhirnya disempurnakan oleh Fikri/Daniel di partai terakhir.

Mental Tangguh dan Kedalaman Tim Jadi Kunci

Kemenangan atas India tidak hanya soal skor. Ini adalah pembuktian bahwa tim Indonesia memiliki kedalaman skuad dan mentalitas juang yang teruji. Terlebih, laga kontra India diprediksi menjadi salah satu pertandingan kunci di Grup B mengingat kekuatan relatif seimbang di beberapa sektor.

Meski sempat tertinggal lebih dulu, para pemain Indonesia menunjukkan karakter pantang menyerah. Penampilan Putri KW dan Fikri/Daniel layak diapresiasi, karena keduanya tampil di momen yang menentukan Putri sebagai pembangkit semangat, dan Fikri/Daniel sebagai penutup yang meyakinkan.

Di sisi lain, strategi rotasi pemain yang dilakukan pelatih juga terlihat efektif. Beberapa pemain yang sebelumnya tidak diturunkan saat melawan Inggris mampu menunjukkan performa prima, menandakan bahwa tim Indonesia cukup siap menghadapi tekanan rotasi di turnamen beregu.

Denmark Jadi Ujian Sebenarnya

Setelah dua kemenangan beruntun atas Inggris dan India, ujian sesungguhnya akan datang saat melawan Denmark. Tim Eropa tersebut dikenal sebagai kekuatan mapan di sektor tunggal dan ganda putra. Kemenangan akan memastikan Indonesia lolos ke perempat final sebagai juara grup, yang bisa memberi lawan relatif lebih ringan di babak berikutnya.

“Laga melawan Denmark tidak kalah penting. Kami siap jika dipercaya turun lagi dan pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar Daniel menegaskan.

Jika mampu mengatasi Denmark, Indonesia tidak hanya menjaga tren positif, tapi juga mengirim pesan kuat ke pesaing-pesaing lain seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan bahwa mereka siap bersaing memperebutkan gelar juara Sudirman Cup 2025.

(GP)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *