Wapres Ma’ruf menambahkan kontribusi pemuda juga bisa mendorong penguatan nilai ekonomi digital ASEAN yang diprediksi bisa mencapai 300 miliar dolar AS hingga 1 triliun dolar AS pada tahun 2030.
Kedua, Wapres menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perdamaian. Generasi muda memiliki potensi untuk menjadi jembatan komunikasi dan pemahaman antarbudaya dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks saat ini.
Dengan kondisi geopolitik dan ketegangan antarnegara di berbagai belahan dunia saat ini, Wapres Ma’ruf mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.
“Pemuda bisa terlibat dalam dialog lintas budaya dan program pertukaran pemuda untuk memupuk rasa saling pengertian, diplomasi digital, serta mengambil peran dalam forum-forum internasional bagi pemuda,” katanya.
Pertemuan Pemimpin ASEAN dengan Representasi Pemuda ASEAN (ASEAN Youth) bertujuan untuk mendengarkan suara dan aspirasi generasi muda ASEAN dalam memperkuat peran mereka dalam proses percepatan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota ASEAN.
