Serambi Nusantara – Kabar baik buat para calon ibu! Sebuah studi terbaru dari Amerika Serikat menemukan bahwa rutin makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko anak terkena autisme hingga 20 persen. Tapi catatan pentingnya: manfaat ini tak berlaku jika hanya mengandalkan suplemen omega-3.
Penelitian ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition dan melibatkan hampir 4.000 ibu hamil. Para peneliti menemukan bahwa konsumsi ikan secara teratur, terutama dua porsi atau lebih per minggu, terkait langsung dengan risiko lebih rendah anak mengalami gangguan spektrum autisme, khususnya pada anak perempuan.
“Penelitian kami memperkuat bukti bahwa pola makan selama kehamilan punya pengaruh besar terhadap perkembangan anak, termasuk risiko autisme,” ujar Dr. Emily Oken, peneliti utama studi ini, seperti dikutip dari Medical Daily, Rabu (16/4/2025).
Makan Ikan, Bukan Sekadar Minum Suplemen
Para ibu hamil dalam studi ini dibagi berdasarkan seberapa sering mereka makan ikan : mulai dari yang nyaris tidak pernah, sampai yang rutin mengonsumsi lebih dari dua kali seminggu. Hasilnya, semakin sering makan ikan, semakin rendah risiko anak mengalami gejala autisme.
Sementara itu, ibu hamil yang hanya mengandalkan suplemen omega-3 tak menunjukkan manfaat yang sama. “Kandungan gizi dalam ikan lebih kompleks daripada suplemen. Jadi, makan ikannya langsung jauh lebih baik,” tambah Oken.
Tak Cuma Cegah Autisme, Tapi Juga Bantu Tumbuh Kembang Anak
Bukan hanya soal autisme, konsumsi ikan saat hamil juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah bayi lahir prematur dan perkembangan kognitif yang lebih baik. Oleh karena itu, para peneliti mendesak adanya edukasi yang lebih masif soal pentingnya mengkonsumsi ikan bagi ibu hamil.
Indonesia Juga Gaspol Kampanye Gemar Konsumsi Ikan
Sementara di Indonesia, tren serupa sudah mulai digalakkan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah gencar mengampanyekan gerakan “Gemar Makan Ikan” sebagai bagian dari strategi besar menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
“Protein dari ikan sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan otak anak. Ini investasi masa depan,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistiyo, di Cirebon.
Namun sayangnya, konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah—hanya 62,3 gram per kapita per hari, jauh tertinggal dari Vietnam yang sudah mencapai 94 gram. Padahal, ikan kaya omega-3, vitamin, dan mineral penting lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Kesimpulannya ? Yuk, Makan Ikan !
Bagi para ibu hamil (dan calon ayah juga!), ini jadi alarm penting. Konsumsi ikan bukan cuma soal gizi, tapi juga tentang masa depan anak. Daripada mengandalkan suplemen saja, lebih baik langsung masukkan ikan ke menu makan harian.
Jadi, siap makan ikan hari ini?
(GP)

