Kadin Kabupaten Bandung Memanas, Boni Anggara Kritik Rencana Mukab

SERAMBI NUSANTARA – Di tengah dinamika organisasi yang menghangat, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung menggelar pertemuan akrab bertajuk “Kumpul Babarengan” di wilayah Ciganitri, Kabupaten Bandung, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, memberikan pernyataan tegas menyikapi adanya upaya “penyerobotan” kepengurusan melalui rencana Musyawarah Kabupaten (Mukab) yang digagas pihak tertentu pada Senin, 11 Mei 2026 mendatang.

Boni menegaskan bahwa dirinya tidak akan ambil pusing atau meladeni agenda Mukab tersebut. Ia memilih untuk tetap fokus menjalankan amanat organisasi berdasarkan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan yang telah dikantonginya.

“Kami lebih dulu mendapatkan SK pengesahan kepengurusan dibanding pengurus Kadin Jabar yang ada saat ini. Secara de jure dan de facto, kepengurusan kami adalah yang sah,” ujar Boni di hadapan para pengusaha dan mitra yang hadir.

Boni juga mengingatkan fakta sejarah organisasi bahwa dirinya hadir sebagai peserta resmi yang memiliki hak suara dalam pemilihan Ketua Kadin Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kehadirannya sebagai pemilih saat itu menjadi bukti kuat bahwa status kepengurusannya diakui secara sah dalam sistem organisasi Kadin.

Siap Perjuangkan Hak Pengurus
Menyikapi dinamika internal, termasuk adanya anggota yang memilih keluar, Boni menganggap hal tersebut sebagai dinamika biasa dalam berorganisasi. Namun, ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika hak-hak pengurus saat ini diganggu.

“Saya akan tegas memperjuangkan apa yang menjadi hak pengurus saat ini. Jangan sampai ada upaya inkonstitusional yang merusak tatanan organisasi yang sudah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Daripada Mukab Ulang, Lebih Baik Berdayakan UMKM
Salah satu poin menarik yang disampaikan Boni adalah kritiknya terhadap pemborosan anggaran untuk menggelar Mukab ulang yang dinilai tidak perlu. Menurutnya, dana ratusan juta rupiah yang dibutuhkan untuk menggelar mukab jauh lebih bermanfaat jika disalurkan langsung kepada sektor riil.

“Daripada uang ratusan juta habis hanya untuk menggelar Mukab ulang yang dipaksakan, saya lebih memilih uang tersebut dijadikan modal usaha bagi pelaku UMKM yang selama ini sudah menjadi mitra kami. Itu jauh lebih konkret manfaatnya bagi ekonomi Kabupaten Bandung,” pungkas Boni.

Melalui pertemuan di Ciganitri ini, Kadin Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Boni Anggara ingin mengirimkan pesan bahwa mereka tetap solid dan berkomitmen pada pengembangan dunia usaha, terlepas dari polemik kepengurusan yang sedang terjadi di tingkat provinsi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *