Serambi Nusantara – Dunia e-commerce di Indonesia kian dinamis. Persaingan yang super ketat memaksa sejumlah pemain untuk mengibarkan bendera putih. Ada yang memilih banting setir ke bisnis baru, ada pula yang menutup semua layanan secara total.
Kabar terbaru, Bukalapak yang dulu sempat menyandang gelar unicorn kebanggaan Tanah Air memutuskan pamit dari bisnis jual beli produk fisik. Per Januari 2025, platform ini resmi menutup layanan marketplace-nya dan kini lebih fokus menjual produk digital seperti pulsa, token listrik, hingga pembayaran BPJS.
Namun Bukalapak bukan satu-satunya. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak e-commerce yang memilih angkat kaki dari pasar Indonesia. Dari yang dibesut perusahaan raksasa hingga pemain lokal yang tak mampu bertahan.
Berikut daftar 10 e-commerce yang tutup layanan di Indonesia, seperti dikutip dari CNBC Indonesia:
1. Blanja.com
Didirikan oleh Telkom bersama eBay, Blanja.com menutup layanan pada 1 September 2020. Alasannya? Perubahan strategi besar-besaran dari pihak pengelola.
2. Elevania
Setelah hampir satu dekade beroperasi, e-commerce hasil kerja sama XL Axiata dan SK Planet asal Korea ini berhenti total di 2023.
3. Qlapa
Pemain lokal yang fokus pada produk handmade ini harus menyerah pada persaingan ketat. Tutup pada 2019, hanya empat tahun setelah diluncurkan.
4. Rakuten Indonesia
Sempat digadang-gadang jadi penantang kuat, e-commerce asal Jepang ini tak mampu beradaptasi dengan pasar lokal dan akhirnya tutup setelah lima tahun beroperasi.
5. Cipika
Anak usaha Indosat ini hanya mampu bertahan tiga tahun. Lambatnya perkembangan menjadi alasan utama dihentikannya layanan pada 2017.
6. Multiply
Berawal dari platform media sosial, Multiply bermetamorfosis jadi e-commerce. Sayangnya, langkah itu tak mampu menyelamatkan mereka dari penutupan setelah dana dari investor dihentikan.
7. MatahariMall.com
Lahir dari rebranding Matahari.com pada 2015, platform ini sempat mencuri perhatian. Tapi akhirnya hanya fokus pada penjualan produk internal dan mengakhiri operasionalnya.
8. Tokobagus
Meski tak benar-benar tutup, Tokobagus menghilang dari radar setelah berganti nama menjadi OLX pada 2014. Kini, OLX lebih dikenal dengan layanan jual beli mobil bekas lewat OLX Autos.
9. JD.ID
Raksasa asal Tiongkok ini pamit dari pasar Indonesia pada 2023. Penutupan ini dilakukan setelah rangkaian PHK dan penghentian layanan logistik. JD.com menyebut ingin fokus pada ekspansi global lintas negara.
10. Bukalapak
Terbaru dan cukup mengejutkan, Bukalapak menutup layanan jual-beli produk fisik karena kontribusinya sangat kecil kurang dari 3% pendapatan perusahaan. Kini, mereka fokus ke bisnis digital seperti Mitra Bukalapak, investasi, dan game.
“Langkah ini bagian dari strategi kami mencapai EBITDA positif dan membangun bisnis yang berkelanjutan,”ujar manajemen Bukalapak.
Meski begitu, aplikasi dan layanan digital Bukalapak tetap jalan terus, menandai era baru dari eks unicorn yang kini memilih jalur berbeda untuk bertahan di kerasnya industri digital.
(GP)

