Serambi Nusantara – Kabar membanggakan datang dari dunia transportasi Indonesia! Sejak resmi beroperasi penuh pada 10 April 2025, seluruh teknisi yang bertugas mendampingi perjalanan kereta cepat Whoosh kini merupakan putra-putri terbaik Tanah Air.
Saat ini, posisi Onboard Mechanic (OBM)yang sebelumnya masih dibantu teknisi asal Tiongkok, kini telah sepenuhnya diisi oleh 21 tenaga lokal yang telah teruji kompetensinya. Mereka bukan cuma paham teori, tapi juga siap bekerja di medan sesungguhnya.

Sudah Bersertifikat Resmi
Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, para teknisi ini telah mengantongi Sertifikat Kecakapan dari Ditjen Perkeretaapian, yang menjadi syarat mutlak untuk bertugas di armada berkecepatan tinggi seperti Whoosh.
“Ini hasil dari proses transfer pengetahuan yang disiplin, terstruktur, dan konsisten,” ujar Eva, Kamis (17/4/2025).
Dari Kelas hingga Kabin : Perjalanan Panjang Jadi OBM
Menjadi OBM bukan perkara instan. Program pelatihan dimulai sejak Februari 2023 hingga Maret 2025, dengan peserta dari kampus unggulan seperti STTD dan PPI Madiun, serta tenaga berpengalaman dari PT KCI.
Materinya lengkap mulai dari teori High Speed Railway, pelatihan keselamatan di Southwest Jiaotong University (SWJTU), Tiongkok, hingga praktik langsung bersama teknisi senior dari China Railway Beijing Group.
Setelah teori, mereka menjalani On Job Training sebagai mekanik di depo, lalu naik kelas menjadi OBM yang ikut memastikan setiap perjalanan Whoosh berjalan aman dan mulus.
Bukan Sekadar Teknisi
Peran OBM lebih dari sekadar mengecek mesin. Mereka jadi garda depan dalam pengawasan operasional kereta cepat selama perjalanan, dengan tugas-tugas krusial seperti :
- Memantau kondisi teknis EMU secara real-time
- Mengecek panel sistem dan informasi operasi
- Inspeksi fisik : bogie, AC, suhu kabin, pintu otomatis
- Pemeriksaan di setiap stasiun: awal, tengah, hingga akhir
- Operasikan sistem informasi penumpang (PIS)
- Memastikan kondisi interior dan suku cadang
- Berkoordinasi dengan kondektur untuk layanan penumpang
- Menyusun laporan operasional harian

Langkah Nyata Menuju Kemandirian
“Dengan pengalihan penuh ke SDM lokal, ini jadi bukti nyata bahwa anak bangsa mampu kuasai teknologi tinggi,” kata Eva.
Kecepatan 350 km/jam sudah jadi standar. Kini, 100% teknisi kereta cepat pun asli Indonesia. Tak hanya jadi penumpang atau pengamat, kita telah jadi pelaku utama.
Kereta cepat Whoosh tak hanya jadi simbol kemajuan infrastruktur, tapi juga tonggak kemandirian SDM Indonesia di ranah teknologi transportasi.
(GP)

