Serambi Nusantara – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami penyesuaian sejak 1 April 2024 dan masih berlaku hingga hari ini, Sabtu (19/4/2025). Sejumlah operator SPBU seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia menurunkan harga mereka. Sementara itu, Pertamina memilih untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi di tengah momen Ramadhan dan jelang Idulfitri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menjelaskan bahwa keputusan tidak menaikkan harga mengacu pada perhitungan internal dan kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan evaluasi dan mempertimbangkan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri, manajemen memutuskan untuk tidak menaikkan harga di bulan April ini,” ujar Irto melalui keterangan tertulis.
Harga BBM Pertamina per 19 April 2025
- Pertalite: Rp 10.000/liter
- Pertamax: Rp 12.950/liter
- Pertamax Green 95: Rp 13.900/liter
- Pertamax Turbo: Rp 14.400/liter
- Dexlite: Rp 14.550/liter
- Pertamina Dex: Rp 15.100/liter
Irto menambahkan bahwa Pertamina tetap berkomitmen memberikan harga yang terjangkau dan memastikan distribusi BBM tetap menjangkau hingga wilayah pelosok.
SPBU Swasta Turunkan Harga
Berbeda dengan Pertamina, sejumlah SPBU swasta melakukan penyesuaian harga sejak awal April. Berikut rincian terbarunya:
SPBU Shell (per 19 April 2025)
- Shell Super (RON 92): Rp 14.530/liter
- Shell V-Power: Rp 15.360/liter (turun dari Rp 15.370)
- Shell V-Power Nitro+: Rp 15.570/liter (turun dari Rp 15.650)
- Shell V-Power Diesel: Rp 15.740/liter (turun dari Rp 16.140)
SPBU BP-AKR
- BP 92: Rp 14.300/liter
- BP Ultimate: Rp 15.360/liter (turun dari Rp 15.370)
- BP Diesel: Rp 15.230/liter (turun dari Rp 15.610)
SPBU Vivo
- Revvo 90: Rp 12.800/liter (turun dari Rp 13.300)
- Revvo 92: Rp 14.300/liter (turun dari Rp 14.900)
- Revvo 95: Rp 15.100/liter (turun dari Rp 15.800)
Pertamina memilih menahan harga demi mendukung daya beli masyarakat menjelang lebaran, sementara SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo justru memberikan potongan harga untuk beberapa produk unggulan mereka.
Pantau terus perubahan harga agar pengeluaran bahan bakar kendaraan tetap efisien!
(GP)

